aa

biruku

Senin, 07 Januari 2013

KELAS KATA DAN PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JERMAN


A.  Kelas Kata dalam Bahasa Jerman
Seperti dengan bahasa Indonesia maupun bahasa asing lainnya, dalam bahasa Jerman terdapat beberapa kelas kata. Diantaranya adalah kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan yang akan diuraikan di bawah ini.
1.    Kata benda
Kata benda atau substanvium, yaitu kata yang menyebut nama substansi atau perwujudan. Kata benda ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata benda yang bersifat konkret dan kata benda yang bersifat abstrak. Kata benda dalam behasa jerman berbeda dengan kata benda dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, mau pun dalam bahasa asing lainnya. Hal yang membedakan adalah adanya artikel pada setiap kata benda dalam bahasa jerman. Artikel tersebut tidak hanya satu jenis, akan tetapi terdapat tiga jenis artikel dalam bahasa Jerman. Yaitu maskulin yang ditandai dengan “der”, feminim yang ditandai dengan “die”, dan netral yang ditandai dengan “das”. Artikel merupakan indikator penting untuk menilai grammatik sebuah kalimat atau percakapan. Sebagai contoh, perhatikan kosakata di bawah ini:
a.    der Vater (ayah), merupakan kata benda yang berjenis maskulin. Hal ini dapat dilihat dari artikel “der”.
b.    die Mutter (ibu), merupakan kata benda yang berjenis feminim. Hal ini dapat dilihat dari artikel “die”.
c.    das Buch (buku), merupakan kata benda yang berjenis netral. Hal ini dapat dilihat dari artikel “das”.
Semua kata banda dalam bahasa jerman harus diawali dengan huruf kapital, baik kata benda konkrit mau pun kata benda abstrak. Dalam penggunaannya kata benda dalam bahasa jerman selalu mengalami perubahan pada bentuk plural dan semua yang berbentuk plural harus berartikel “die”. Misalnya das Buch menjadi die Bücher, der Vater menjadi die Väter, dan die Mutter menjadi die Mütter.
2.    Kata kerja
Pengertian kata kerja dalam bahasa Jerman adalah kata yang dipergunakan untuk menyatakan suatu tindakan (Handlungen), keadaan (Zustände) dan jalannya suatu kejadian atau peristiwa (Vorgänge). Berikut contoh dari berbagai ragam kata kerja :
a.    Kata kerja yang menggambarkan suatu kegiatan /tindakan (Handlungen) dimana Subjek (pelaku) melakukan sesuatu.
·      essen – makan
·      trinken – minum
·      tanzen- menari
·      sprechen – berbicara usw.
b.    Kata kerja yang menggambarkan suatu keadaan (Zustände) dimana keadaan tersebut tidak bisa diubah.
·      schlafen – tidur
·      leben – hidup
·      glauben – percaya/mempercayai
c.    Kata kerja yang menggambarkan suatu proses kejadian atau peristiwa (Vorgänge) dimana pelaku mengalami proses kejadian tersebut atau merupakan bagian dari proses tersebut namun bukan sebagai pelaku(Subjek).
·      sterben –meninggal
·      wachsen – tumbuh
·      einschlafen – tertidur
Fungsi pokok dari kata kerja sebagai predikat atau pelengkap predikat (Prädikat) dan merupakan bagian utama dari suatu kalimat. Selain fungsi tersebut, kata kerja juga berfungsi sebagai Subjek, Objek, kata keterangan (Angabe) atau sebagai Atribut (Attribut). Sesuai dengan aturan tata bahasa Jerman, bentuk dari kata kerja dibagi dalam beberapa kategori :
  • Kata kerja dasar (der Infinitiv)
  • Kata kerja yang dikonjugasikan sesuai dengan subjek yang mengikutinya (Person und Numerus)
  • Kata kerja yang disesuaikan dengan waktu (dasTempus )
  • Kata kerja yang disesuaikan dengan modus (Imperativ,Indikativ,Konjunktiv)
  • Kata kerja bentuk Aktiv dan Passiv.
Sedangkan tipe dari kata kerja dibagi dalam :
  • Kata kerja beraturan (regelmässige Verben)
  • Kata kerja tidak beraturan (unregelmässige Verben)
  • Kata kerja dasar, kata kerja bantu dan modal verben (kata kerja modal dan sein,haben,werden)
  • Kata kerja yang dapat dan tidak dapat dipisahkan (untrennbare/trennbare verben)
  • Kata Kerja reflexive (reflexive Verben)
  • Kata kerja dengan kata depan
3.    Kata sifat
Dalam bahasa Jerman kata sifat dapat berfungsi sebagai predikat dan dapat pula berfungsi sebagai atribut, sebagaimana pejelesan di bawah ini.
a.    Kata Sifat sebagai Predikat
Kata sifat sebagai predikat adalah kata sifat yang letaknya keterangan subyak dalam kalimat. Bentuk kata sifat ini tidak mengalami perubahan.
1.    Das Haus ist sauber (Rumah itu bersih)
2.    Der Mann ist reich (Orang laki-laki itu kaya)
3.    Ist das Buch dick? (Apakah buku itu tebal?)
b.    Kata Sifat sebagai Atribut
Adalah kata sifat yang mendahului atau menerangkan kata benda. Kata sifat sebagai atribut mengalami perubahan dalam penerapannya sesuai dengan kata benda, jumlah, kasus, maupun diikuti kata sandang tentu (der) dan tak tenentu (ein).
Ø Kata sifat tanpa kata sandang:

Maskulin
Feminim
Netral
Nom
alter Vater
alte Frau
altes Haus
Gen
alten Vaters
alter Frau
alten Hauses
Dat
altem Vater
alter Frau
altem Haus
Akk
alten Vater
alte Frau
altes Haus

Ø Jamak

Maskulin
Feminim
Netral
Nom
alte Väter
alte Frauen
alte Häuser
Gen
alter Väters
alter Frauen
alter Häuser
Dat
alten Vätern
alten Frauen
alten Häusern
Akk
alte Väter
alte Frauen
alte Häuse

Ø Kata Sifat Berkata Sandang “Der, Die, Das”

Der
Die
Das
Nom
der alte Vater
die alte Frau
das alte Haus
Gen
des alten Vaters
der alten Frau
des alten Hauses
Dat
dem alten Vater
der alten Frau
dem alten Haus
Akk
den alten Vater
die alte Frau
das alte Haus

Ø Jamak

Der
Die
Das
Nom
die alten Väter
die alten Frauen
die alten Häuser
Gen
der alten Väters
der alten Frauen
der alten Häuser
Dat
den alten Väter
den alten Frauen
den alten Häusern
Akk
die alten Väter
die alten Frauen
die alten Häuser

d.   Kata keterangan
Kata keterangan atau adverbium, yaitu kata yang menerangkan kata kerja dalam segala fungsinya, kata keadaan dengan segala fungsinya, kata keterangan, kata keterangan, predikat kalimat, dan menegaskan subjek dan predikat kalimat. Adverb adalah kata-kata seperti perlahan-lahan, kemarin, sekarang, segera dan tiba-tiba. Kata keterangan biasanya memodifikasi kata kerja atau frase verba. Ini memberikan informasi tentang cara, tempat, waktu, frekuensi, kepastian atau keadaan lain dari kegiatan dilambangkan dengan kata kerja atau frase verba.
§  Dia berjalan perlahan-lahan. (Di sini kata keterangan perlahan menunjukkan cara di mana ia berjalan.)
§  Anak-anak sedang bermain di lantai atas. (Di sini di lantai atas adverbia menyediakan informasi tentang tempat kegiatan.)
Kata keterangan juga dapat memodifikasi kata sifat dan kata keterangan lainnya.
§  Anda cukup benar. (Di sini kata keterangan cukup memodifikasi hak kata sifat.)
§  Dia berbicara cukup keras. (Di sini kata keterangan cukup memodifikasi adverbia lain - keras).


B. Proses  Pembentukan  Kata  dalam Bahasa Jerman
DalambahasaJermanterdapatbeberapamacampembentukan  kata,  antara  lain:
Ø Komposition adalah penggabungan dua  kata  atau lebih  yang  menghasilkan  kata  majemuk atau kompositium.  Adjektiva hasil pemajemukan berasal dari kelas  kata  adjektiva dan adjektiva dengan  kata  yang  lain,  yaitu verba dan adjektiva,  serta nomina dan adjektiva.
Contoh:
schwer  + krank  = schwerkrank
hell   +  rot  = hellrot
Ø Derivasi terdiri dari sufiks dan derivasi  non  infleksi.  Adjektiva hasil derivasi,  berasal juga dari kelas  kata  lainnya  yang  diberi imbuhan sufiks pembentukan adjektiva.
Contoh:
glück (N)  +  lich  =  glücklich (A)
blauch (A)  +  lich  =  blauchlich (A)
Dalam proses  pengimbuhan sufiks pada suatu kelas  kata,  sufiks dapat mengubah kelas  kata  itu.  Hal  ini memperlihatkan bahwa kelas  kata  selain adjektiva dapat berubah menjadi kelas adjektiva.
1.    Präfigierung atau prefiks, yaitu afiks yang diletakkan di depan bentuk dasar. Yang termasuk prefiks dalam bahasa Jerman adalah ”be”, ”ent”, ”ver”, ”un”. Pembentukan derivasi katanya adalah = afiks + kata dasar. Misalnya: ent + gehen = entgehen ent + pergi = melarikan diri (berubah maknanya).
2.    Suffigierung atau sufiks, yaitu afiks yang diletakkan di belakang kata dasar. Yang termasuk sufiks adalah ”heit”, ”ung”, ”bar”, dan ”sam”. Pembentukan derivasi katanya adalah= kata dasar + afiks. Misalnya: schön + heit = Schӧnheit
cantik + heit = kecantikan (nomina deajektiva).
3.    Zirkumfigierung atau sirkumfiks atau konfiks, yaitu afiks yang tersdiri dari dua unsur, yaitu di depan dan di belakang bentuk dasar. Yang termasuk konfiks adalah ”ge - e” dan ”be - t”. Pembentukan derivasi katanya adalah= afiks 1 + kata dasar + afiks 2. Misalnya: be + reif + t = bereift be + matang + t = membekukan (berubah maknanya dan menjadi verba deajektiva).
4.    Desuffigierung yaitu derivasi kata yang berasal dari kata dasarnya. Pembentukan derivasi katanya adalah= kata dasar – afiks.
Misalnya: tanzen – afiks (-en) = Tanz menari – afiks (-en) = Tarian (nomina deverba).
5.    Konversion atau konversi, yaitu perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Pembentukan derivasi katanya sama dengan bentuk kata dasarnya.
Misalnya: essen = Essen makan = makanan (nomina deverba).
Perlu diketahui bahwa kata dasar verba dalam bahasa Jerman selalu ditambahkan dengan sufiks –en (infinitif).

sumber : Bariqoh, Asri. 2011. Derivasi dan Infleksi Kata Bahasa Jerman. (online) http://www.quinzjr.blogspot.com, diakses pada tanggal 27 November 2012.

0 komentar: